Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali berduka. Salah satu tokoh yang turut mengukir sejarah pembangunan Ibu Kota, Prof. Dr. Ir. H. Bun Yamin Ramto, S.E., Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984–1988, telah berpulang ke rahmatullah.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Senin, 5 Januari 2026, dan dimakamkan pada Selasa, 6 Januari 2026, di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan.
Kabar duka tersebut pertama kali diketahui publik melalui unggahan resmi akun Instagram Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Unggahan itu segera dibanjiri ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara, akademisi, hingga masyarakat luas yang mengenal kiprah dan keteladanan almarhum.
Bun Yamin Ramto dikenal sebagai sosok akademisi sekaligus birokrat ulung. Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan diri bagi dunia pendidikan dan pemerintahan. Kontribusinya tidak hanya tercatat dalam sejarah birokrasi Jakarta, tetapi juga melalui pemikiran dan keilmuan yang terus ia bagikan bahkan setelah tak lagi menjabat di pemerintahan.
“Beliau sempat dirawat di ICU karena kondisi kesehatannya menurun,” ujar menantu almarhum.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Bun Yamin Ramto. Pemprov juga menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Saat menjabat sebagai Wakil Gubernur, Bun Yamin Ramto berpasangan dengan R. Soeprapto. Ia dikenal memiliki keahlian kuat di bidang ekonomi dan pembangunan, serta berperan aktif dalam perumusan kebijakan strategis untuk pengelolaan dan pembangunan Jakarta sebagai kota metropolitan.
Jejak Karier dan Pengabdian
Karier pengabdian Bun Yamin Ramto di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dimulai sejak era Gubernur Ali Sadikin. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Direktorat Empat yang membidangi pengelolaan air limbah, di saat isu sanitasi dan lingkungan perkotaan masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta.
Melalui peran tersebut, almarhum turut meletakkan fondasi awal sistem pengelolaan lingkungan kota yang lebih tertata dan berorientasi pada kesehatan masyarakat.
Seiring waktu, kapasitas dan integritasnya membuat Bun Yamin Ramto dilibatkan dalam berbagai proyek strategis. Ia tercatat berperan dalam pembangunan kawasan Ancol sebagai destinasi wisata terpadu, pengembangan Taman Ismail Marzuki sebagai pusat kebudayaan dan kesenian, serta pembangunan Gedung Balai Kota sebagai pusat administrasi pemerintahan DKI Jakarta.
Selain itu, ia juga terlibat dalam pembangunan ratusan sekolah negeri, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi warga Jakarta.
Gaya kepemimpinannya yang tenang, rasional, dan berbasis data menjadikan Bun Yamin Ramto figur yang dihormati di kalangan birokrat maupun akademisi.
Putra almarhum, Ahmad Reza Widjaya, menyampaikan terima kasih atas doa dan perhatian yang diberikan kepada keluarga.
“Terima kasih atas pengabdian dan keteladanan beliau. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan menempatkan beliau di surga-Nya. Aamiin,” ujarnya.
Meski masa pengabdiannya di Pemprov DKI Jakarta telah berlalu puluhan tahun, jejak keteladanan Bun Yamin Ramto tetap hidup di hati para aparatur sipil negara.
Kepergian Bun Yamin Ramto menjadi kehilangan tidak hanya bagi keluarga besar Pemprov DKI Jakarta, tetapi juga bagi dunia pendidikan nasional. Sebagai seorang profesor, almarhum dikenal tetap aktif membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda, menjembatani dunia akademik dan praktik pemerintahan.
Anaknya, Achmad Reza Widjaja, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir.
“Terima kasih kepada teman-teman dan handai taulan yang telah hadir,” ucapnya di pemakaman.
Warisan pengabdian serta nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkan Bun Yamin Ramto diharapkan terus menginspirasi generasi penerus dalam membangun Jakarta dan Indonesia.
(ard)






















