Bekasi – Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mendampingi Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam kegiatan monitoring arus lalu lintas libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (2/1/2026).
Wakapolri bersama jajaran memantau secara langsung pergerakan arus kendaraan secara real-time di sejumlah ruas tol utama. Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polri, TNI, serta para pemangku kepentingan atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Kami melihat secara real-time bagaimana operasionalisasi Command Center. Ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mengambil keputusan di lapangan. Alhamdulillah sampai dengan hari ini, dari laporan yang saya terima, Operasi Lilin berjalan dengan sangat lancar,” ujar Wakapolri.
Ia menjelaskan bahwa kejadian menonjol selama Operasi Lilin hanya terjadi pada awal periode, terutama terkait kecelakaan lalu lintas, dan seluruhnya dapat ditangani dengan baik. Berdasarkan analisis data sementara, angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun lebih dari 6 persen, sementara fatalitas meninggal dunia turun sekitar 28 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Wakapolri juga menegaskan pentingnya dukungan data real-time dalam pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas, seperti penerapan contraflow hingga one way, guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali selama periode Nataru.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa Jasa Marga Toll Road Command Center berfungsi sebagai pusat pengendalian seluruh operasi jalan tol, baik yang dikelola Jasa Marga maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya.
“Dari prediksi 2,9 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta, saat ini telah tercapai sekitar 2,4 juta kendaraan atau sekitar 85 persen. Dominasi arus keluar masih ke arah timur sebesar 47 persen, dengan tujuan Trans Jawa 51 persen dan Bandung 48 persen,” jelas Rivan.
Ia merinci arus kendaraan menuju Cikupa tercatat sebesar 28,8 persen dan ke Bogor 23,7 persen. Secara total, arus keluar mengalami peningkatan sekitar 3,1 persen dibandingkan periode Nataru 2024, meskipun arus menuju Cikupa mengalami penurunan sebesar 1,7 persen.
Rivan menambahkan, puncak arus keluar terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, dengan volume tertinggi pada 24 Desember yang mencapai lebih dari 200 ribu kendaraan keluar dari Jakarta. Hingga Jumat pagi, tercatat sekitar 2,3 juta kendaraan telah kembali masuk Jakarta dari prediksi 2,8 juta kendaraan.
“Arus balik masih didominasi dari arah timur sebesar 44 persen dan barat 30 persen. Dari arah timur, dominasi terbesar berasal dari Bandung sekitar 53 persen. Artinya, masih ada sekitar 46 persen kendaraan dari Trans Jawa dan Jawa Tengah yang belum kembali,” ungkapnya.
Ia memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan potensi volume lalu lintas mencapai sekitar 196 ribu kendaraan, khususnya di ruas Cikatama. Masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan kembali ke Jakarta lebih awal pada 2 atau 3 Januari guna menghindari kepadatan.
Dalam pengendalian lalu lintas, selama Operasi Lilin telah diterapkan dua kali contraflow baik pada arus mudik maupun arus balik, menyesuaikan tingkat kepadatan di KM 47 hingga KM 66, bahkan sampai KM 70. Seluruh rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Korlantas Polri.
Operasi Lilin 2025 resmi berakhir pada 2 Januari 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026 untuk mengantisipasi sisa arus balik. Polri mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan serta kelancaran perjalanan.
(ard)






















