Jakarta – DPP Hidayatullah menggelar acara Halal Bihalal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia” di Gedung Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Nardi Hasat menyampaikan pandangan tegas terkait pentingnya kesadaran pola konsumsi di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Ia menegaskan bahwa seruan yang disampaikan bukanlah bentuk kebencian, melainkan sikap moral yang selaras dengan amanat konstitusi bangsa.
Menurut Nardi Hasat, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Namun demikian, ia menilai realitas global saat ini masih menunjukkan adanya konflik dan penjajahan, termasuk di wilayah Palestina.
Ia juga menyoroti adanya keterkaitan antara kekuatan finansial global dan konflik yang terjadi. Menurutnya, dukungan terhadap pihak tertentu tidak terlepas dari jaringan bisnis internasional, termasuk di sektor makanan, minuman, dan produk konsumsi lainnya.
“Dengan jumlah umat Islam mencapai sekitar 85 persen dari total penduduk, Indonesia menjadi pangsa pasar yang sangat besar dan menggiurkan bagi berbagai jenis bisnis, termasuk produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel,” ujar Nardi Hasat kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa gerakan yang diusung bukanlah ajakan untuk membenci, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, apabila tidak ada konflik atau penjajahan, maka tidak akan muncul persoalan terhadap produk-produk tersebut.
“Sebagai saudara seagama, kita tentu tidak ingin tragedi kemanusiaan seperti genosida terus berlangsung. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan lebih bijak dalam memilih produk yang kita konsumsi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nardi Hasat berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, bukan tindakan diskriminatif. Ia juga mengajak seluruh elemen umat untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat peran sebagai konsumen yang bertanggung jawab dalam mendukung perdamaian dan keadilan global.






















