Jakarta – Irfan Jaya, Owner Reskita Group sekaligus Dewan Pembina Pimpinan Pusat Garda Rakyat 08, menyatakan kesiapan penuh mendukung Relawan 08 dalam menyukseskan seluruh program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto melalui implementasi 8 Aksi Nasional. Delapan aksi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat Indonesia, mulai dari ketahanan pangan, perumahan, ekonomi, hingga kesejahteraan sosial.
Irfan Jaya dikenal sebagai pemilik Reskita Group, sebuah holding yang menaungi sembilan perusahaan lintas sektor strategis, meliputi pertanian, alat berat, perumahan, teknologi pendidikan, dan bidang lainnya. Bersama Garda Rakyat 08 sebagai relawan pendukung Presiden Prabowo, Irfan menegaskan komitmennya untuk menyiapkan sekaligus mengakselerasi delapan program nasional yang terintegrasi dalam satu kerangka kebijakan bernama 8 Aksi Nasional.
Delapan aksi tersebut meliputi:
1. Ketahanan pangan melalui pertanian unggul berbasis teknologi.
2. Sandang rakyat melalui bantuan sosial dan program CSR.
3. Perumahan bersubsidi tanpa uang muka (DP) dan tanpa SLIK OJK.
4. Nelayan Bela Negara Berdaya — Laut Jaya.
5. Pendidikan berkualitas dan menyenangkan berbasis teknologi.
6. Tambang rakyat ramah lingkungan.
7. Pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga melalui kredit tanpa bunga berbasis bantuan sosial atau CSR.
8. Perluasan lapangan kerja bagi Milenial dan Gen Z melalui program pendampingan.
Komitmen tersebut disampaikan Irfan Jaya dalam acara Media Gathering yang digelar di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Forum Kader Bela Negara (FKBN) Angga Rahadian Tirtawijaya, Ketua Umum Garda Rakyat 08 Iskan, Tokoh FKBN Ahmad Liwan, serta para jurnalis dari berbagai media televisi dan media daring.
Dalam pemaparannya, Irfan mengidentifikasi sejumlah program prioritas pemerintah yang dinilai paling dibutuhkan masyarakat, sekaligus menguraikan berbagai kendala dan solusi praktis yang telah serta akan dijalankan.
Pada sektor ketahanan pangan, Irfan menekankan pentingnya swasembada beras sebagai bahan pangan pokok rakyat Indonesia. Solusi yang ditawarkan antara lain pencetakan sawah baru, pendirian Klinik Pertanian di setiap kecamatan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti drone pertanian dan traktor yang didukung tenaga pendamping profesional dari kalangan Milenial dan Gen Z.
Program ini juga diperkuat dengan produksi pupuk organik unggul secara swadaya serta pengembangan komoditas berpotensi ekspor seperti lada dan durian Musang King. Seluruh skema tersebut telah diujicobakan di sejumlah daerah dan dinilai berhasil sehingga siap dinasionalkan.
Untuk sektor perumahan rakyat, Irfan menyoroti tingginya kebutuhan rumah bersubsidi yang kerap terhambat oleh syarat uang muka (DP) dan SLIK OJK. Ia menyampaikan bahwa perusahaannya telah membangun ribuan unit rumah rakyat tanpa DP. Namun, agar skema ini dapat diterapkan lebih luas, diperlukan regulasi khusus dari pemerintah agar rumah subsidi tidak lagi mensyaratkan SLIK OJK.
Di bidang pertambangan, Irfan menilai pemberdayaan tambang rakyat ramah lingkungan masih minim. Oleh karena itu, ia mendorong hadirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada pertambangan rakyat dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Sementara pada sektor kelautan, Irfan menegaskan bahwa wilayah laut Indonesia yang mencakup lebih dari 70 persen luas nasional harus diiringi dengan pemberdayaan nelayan secara serius.
Konsep Nelayan Bela Negara dinilai penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi nelayan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan nasional.
Dalam aspek pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga, Irfan menyiapkan program kredit tanpa bunga bagi kelompok perempuan yang berbasis bantuan sosial atau CSR sebagai instrumen penguatan ekonomi rumah tangga.
Menjawab persoalan pengangguran, khususnya di kalangan Milenial dan Gen Z, Irfan menegaskan bahwa tujuh dari delapan program nasional tersebut berpotensi membuka ratusan ribu hingga jutaan lapangan kerja baru, terutama sebagai tenaga pendamping di berbagai sektor strategis.
Selain itu, Irfan juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan pertanian melalui penanaman kelapa dan enau sebagai alternatif komoditas pengganti sawit yang lebih ramah lingkungan.
Untuk menyongsong Generasi Emas Indonesia, Irfan menekankan pentingnya pembangunan sistem pendidikan berbasis teknologi dengan suasana belajar yang menyenangkan, guna mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Melalui 8 Aksi Nasional ini, Irfan Jaya bersama Garda Rakyat 08 menegaskan komitmen kuat untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan, berkelanjutan, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan utama rakyat Indonesia.
(ard)














