Jakarta – Kabar duka menyelimuti Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Mantan Komandan Korps Marinir ke-12, Letjen TNI (Mar) Suharto, meninggal dunia pada usia 79 tahun.
Ucapan belasungkawa disampaikan oleh Panglima Korps Marinir, Endi Supardi. Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh prajurit dan masyarakat untuk mendoakan almarhum.
“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Turut berduka cita atas wafatnya Letjen TNI Mar (Purn) Suharto, Komandan Korps Marinir ke-12. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta melapangkan tempatnya di sisi-Nya,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Semasa hidupnya, Suharto dikenal sebagai sosok perwira tinggi yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan TNI AL. Ia menjabat sebagai Komandan Korps Marinir (Dankormar) pada periode 1996 hingga 1999. Sebelumnya, ia juga pernah mengemban tugas sebagai Gubernur Akademi Angkatan Laut pada 1995–1996. Suharto merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1969.
Kariernya mencapai puncak saat dipercaya menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan dan Keamanan pada 1999 sebelum memasuki masa purnatugas.
Jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu pukul 09.00 WIB melalui upacara militer. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta sejumlah tamu undangan.
Perwakilan keluarga, Dior Rahal, menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara.
“Terutama saat peristiwa tahun 1998, beliau saat bertugas dan memimpin pasukan Marinir berhasil membantu mengamankan situasi bangsa dan negara. Beliau juga mentor saya dan sangat berjasa secara pribadi,” ujarnya.
Kepergian Suharto meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia.
(ard)






















